Islamic Widget
What Time is it?
Islamic Calendar
Iklan
About Me
Lencana Facebook
Download Mp3
Click Here!
Tokoh-tokoh
Jumat, November 20, 2009
Peluang Bisnis BEBAS RESIKO: Joinnya Gratis, Kerjanya Mudah
Udah pada tahu dong kalau sekarang ada banyak sekali cara untuk bisa mencari uang melalui internet. Ada yang berbayar, ada yang gratis. Kalau saya, tentu lebih suka yang gratisan, hehe :D
Terkait dengan hal itu,.. Nah... Barusan saya browsing dan menemukan sebuah situs bisnis yang menarik. Namanya GratisMudah.Com.
Kenapa menarik? Alasannya adalah karena untuk join (bergabung) di situs tersebut biayanya Rp 0 saja, alias gratis.
Eits, tapi walaupun gratis, ini bukan berarti bahwa hasilnya juga "gratis". Bahkan hasilnya hasil yang "mahal" karena situs itu memberikan bayaran hingga Rp 277 juta+ untuk member-membernya.
Asyik kan? :)
Mana ada lagi kan program bisnis yang joinnya gratis tapi menawarkan (dan membuktikan) untuk memberikan jutaan rupiah seperti itu?
Kenikmatan duniawi ini namanya ^_^!
Oh iya, selain joinnya gratis, kerjanya juga gampang banget...
Cara kerjanya cukup mudah, kita hanya diperintahkan untuk menawarkan orang lain datang ke URL tertentu. Setiap kali orang lain bergabung dengan situs yang dituju, kita akan mendapat bayaran Rp 25. Semakin banyak kita menyebar URL-nya, semakin banyak juga komisi yang kita dapat.
Dan sebagai catatan: untuk bergabung di URL yang diberikan tersebut biayanya adalah Rp 0 (GRATIS), sehingga dijamin tidak akan sulit untuk merekrut orang supaya join di URL yang dituju. Soalnya, mana ada sih orang yang nolak join bisnis gratisan tapi prospektif... ;)
Dan terakhir, jangan khawatir bakal rugi karena di bisnis ini kita tidak bisa rugi. Kenapa? Karena daftarnya gratis jadi bener-bener TIDAK ADA RESIKO & TIDAK MUNGKIN RUGI.
Intinya: Benar-benar asyik! Benar-benar gampang!
Benar-benar sesuai namanya: GRATIS dan MUDAH!
Penasaran kan? Ingin join kan? Ingin tahu gimana cara kerjanya?
Ok, silakan langsung join di ==> http://gratismudah.com/?id=banukhoir
Ingat: pendaftaran GRATIS jadi TIDAK MUNGKIN RUGI apa pun untuk join. Jangan khawatir rugi sama sekali.
Dan ingat juga: cara kerjanya sangat mudah. Makin aktif Anda bekerja (tanpa biaya), makin besar komisinya.
Sekali lagi, langsung join di sini! ==> http://gratismudah.com/?id=banukhoir
Catatan:
[1] Tolong banget ikuti link-nya, baca penjelasannya, terus join programnya (GRATIS). Sesudah itu, tolong lihat-lihat isi member area-nya. Ada beberapa info menarik di sana.
[2] Setelah melihat member areanya, tolong tulis pendapat teman-teman tentang program tersebut di note ini.
BTW, di dalam member areanya ada banyak tawaran bonus ebook gratis lho... bakal rugi kalau enggak join & gak ngikutin penawaran bonus-bonusnya, :)
[3] Masih belum join? Ya ampuun... ^_^"
Langsung join di sini! ==> http://gratismudah.com/?id=banukhoir
Rabu, November 11, 2009
Yuwie
Ada yang liat Profil kamu, maka akan dihitung view.
Ada yang liat Blog kamu, diitung juga.
Ada yang liat Foto, Video n Layout yuwie kamu.
Ada yang liat Daftar Teman kamu.
Ada yang liat Komentar kamu.
Aktivitas di bagian Control Panel (Member Area Yuwie) seperti :
Edit profil kita
Upload photo kita
Send message
comment sana-sini
Buat blog
View profile temen
Jadi tunggu apa lagi? buruan daftar yuwie. cari temen sebanyak-banyaknya, posting blog, comment sana-sini, cari referall dan dibayar.
Cara daftar di yuwie :
klik DISINI , jangan tunggu loadingnya selesai langsung aja klik SIGN UP,
Email Address : isi dengan Email kamu
Confirm Email Address : Tulis Kembali Email kamu
Password : Tulis password kamu
Confirm Password : Tulis kembali password kamu
First Name : Nama depan kamu
Last Name : Nama belakang kamu
Gender : Jenis Kelamin
Date of Birth : Tanggal kelahiran kamu (bulan/tanggal/tahun)
Country : Negara, Pilih Indonesia
5 Digit zip : kosongkan saja kecuali anda berasal dari Negara US
Choose Your Personal URL : isi dalam kotak dengan nama anda, nick name, atau apa aja, tidak boleh ada spasi. Nantinya akan digunakan untuk mencari referall.
Security Question : pertanyaan yang berguna kalo lupa password, jangan lupa isi jawabannya juga di kotak bawahnya sekalian.
Langkah terakhir adalah dengan meng Klik tanda centang dalam 2 kotak dibawahnya lalu klik Next
Selamat anda sudah terdaftar di Yuwie
Setelah kamu meng klik NEXT maka akan muncul form iklan yang sepertinya kamu diharuskan isi biodata & email kamu juga, lewati aja semuanya klik tombol SKIP sampai kamu tiba di halaman profil kamu.
Jumat, Oktober 02, 2009
Menentukan Arah Kiblat dengan Qiblalocator
Sebelumnya sudah kita bahas mengenai penentuan arah kiblat dengan alat bantu Googleerath. Bagi yang belum terbiasa menggunakan internet, langkah-langkah pada postingan tersebut terkesan agak rumit meskipun hasilnya cukup akurat. Sebagai alternatif yang lebih sederhana, saat ini telah ada sebuah situs yang sengaja dibuat untuk menentukan arah kiblat suatu kota. Alamat situsnya adalah http://qiblalocator.com atau bisa menuju web Rukyatul Hilal Indonesia (RHI) di http://rukyatulhilal.org/qiblalocator/. Sebenarnya situs ini juga mengambil data dari google maps yang kemudian dimanipulasi sehingga kita sebagai user bisa dengan mudah mengetahui kemanakah arah kiblat kita yang seharusnya.
Cara menggunakannya sangat mudah. Tinggal masukkan saja nama kota yang akan kita cek, kemudian kita akan dibawa ke lokasi dan di sana akan ditampilkan data kota yang dituju dan kemana arah kiblatnya. Referensi 0° adalah arah utara, sehingga untuk wilayah Batam akan didapatkan arah kiblat berkisar 293° yang berarti arah Barat Laut atau serong lebih kurang 23° dari arah Barat. Mudah bukan?
Jika masjid di tempat Anda arah kiblatnya memang masih keliru jangn dulu merasa rendah diri. Karena di Makkah pun ada 200 masjid yang arahnya juga keliru (Republika online, 07 April 2009).
Menurut artikel tersebut, selama beberapa dekade terakhir, umat Muslim yang menunaikan shalat di 200 masjid tua di Makkah menghadap ke arah yang salah. Hal ini mengutip surat kabar terkemuka di Arab Saudi, Arab News, bahwa ke-200 masjid itu menghadap ke arah yang salah karena pembangunannya yang kurang tepat. Arah ratusan masjid itu tak sesuai dengan kiblat. Rata-rata masjid yang arah kiblatnya tak tepat itu telah berusia sekitar 50 tahunan. Kesalahan arah itu tampak dari bangunan pencakar langit yang baru dibangun di Kota Suci, Makkah. Masjid-masjid di seluruh dunia berkiblat ke Ka’bah yang terdapat di Masjidil Haram, Makkah. Menurut surat kabar Al-Hayat, masalah ini sudah mendapat perhatian serius dari Sekretaris Deputi Kementerian Hubungan Islam, Tawfik al-Sudairy. //**
Rabu, April 01, 2009
Penciptaan Alam Semesta
"Dialah pencipta langit dan bumi." (Al Qur'an, 6:101)
Keterangan yang diberikan Al Qur'an ini bersesuaian penuh dengan penemuan ilmu pengetahuan masa kini. Kesimpulan yang didapat astrofisika saat ini adalah bahwa keseluruhan alam semesta, beserta dimensi materi dan waktu, muncmenjadi ada sebagai hasil dari suatu ledakan raksasa yang tejadi dalam sekejap. Peristiwa ini, yang dikenal dengan "Big Bang", membentuk keseluruhan alam semesta sekitar 15 milyar tahun lalu. Jagat raya tercipta dari suatu ketiadaan sebagai hasil dari ledakan satu titik tunggal. Kalangan ilmuwan modern menyetujui bahwa Big Bang merupakan satu-satunya penjelasan masuk akal dan yang dapat dibuktikan mengenai asal mula alam semesta dan bagaimana alam semesta muncul menjadi ada.
Sebelum Big Bang, tak ada yang disebut sebagai materi. Dari kondisi ketiadaan, di mana materi, energi, bahkan waktu belumlah ada, dan yang hanya mampu diartikan secara metafisik, terciptalah materi, energi, dan waktu. Fakta ini, yang baru saja ditemukan ahli fisika modern, diberitakan kepada kita dalam Al Qur'an 1.400 tahun lalu.
Sensor sangat peka pada satelit ruang angkasa COBE yang diluncurkan NASA pada tahun 1992 berhasil menangkap sisa-sisa radiasi ledakan Big Bang. Penemuan ini merupakan bukti terjadinya peristiwa Big Bang, yang merupakan penjelasan ilmiah bagi fakta bahwa alam semesta diciptakan dari ketiadaan.
Al Quran, Kosmologi, dan Fisika Energi Tinggi
Pasangan manusia pertama, Adam dan Hawa, diturunkan Allah ke bumi secara terpisah di dua tempat yang sangat jauh. Adam diturunkan di daerah Palestina, sedangkan Hawa diturunkan di daerah Yaman. Selama kurang-lebih 500 tahun pencarian itu mereka jalani. Sehingga dengan bantuan wahyu, mereka akhirnya dipertemukan di Padang Arafah. Adam membawa Hawa kembali ke Palestina. Dan di situlah mereka beranak-pinak, dari dua menjadi enam, kemudian dua puluh, kemudian seratus, kemudian empat ratus, kemudian seribu, sepuluh ribu, dan seterusnya. Hingga terbentuklah sebuah bangsa, generasi pertama bangsa-bangsa di seluruh dunia.
Setelah sistem pendidikan melemah pada beberapa generasi setelah Adam, manusia menjadi bingung akan eksistensinya. Sebagai makhluk,manusia mengakui segala kelemahannya. Di balik kekuatan pikirannya yang luar biasa, manusia hanyalah seonggok daging yang tak berdaya menghadapi kekuatan alam. Oleh sebab itu, rasa ketuhanan mereka menghadirkan kekuatan dari luar yang dianggapnya bisa membentengi mereka dari kekuatan alam. Generasi-generasi awal manusia melihat kekerdilan dirinya ketika mereka berada di dekat objek-objek alam yang tak lazim, misalnya pohon-pohon besar, bebatuan raksasa, gunung-gunung, dan sebagainya. Akhirnya mereka meyakini bahwa di balik objek-objek tersebut, tersimpan kekuatan yang dianggap mampu menolongnya dari segala marabahaya. Itulah asal-mula munculnya animisme dan dinamisme.
Kosmologi Primitif
Setelah peradaban manusia semakin maju, pandangan manusia menuju langit. Sejak beribu tahun yang lalu, para pemikir menganggap bahwa bumi dan kehidupan kita adalah pusat aktivitas alam raya. Pandangan ini disebut Geosentrisme.
Manusia dianugerahi pikiran dengan berbagai kemampuannya untuk menalarkan segala sesuatu. Indera manusia menginformasikan segala hal yang pernah dilihat, didengar, dan dirasa, lalu dikirim ke otak, sehingga pikiran mengolahnya menjadi apa yang disebut ‘penjelasan’. Pada zaman permulaan, belum ada peralatan canggih untuk membantu penginderaan ke langit, misalnya teropong atau teleskop. Oleh sebab itu, terjadi kepicikan pemikiran yang menganggap bahwa bumi dan segala kehidupannya adalah pusat semesta. Ketika itu, mereka justru kesulitan apabila harus berpikir bahwa bumi bergerak dan mengelilingi matahari. Maka spekulasi bahwa bumi diam mutlak dan menjadi pusat pergerakan bulan, bintang-bintang, planet-planet, dan matahari adalah keniscayaan. Spekulasi ini pertama kali diluncurkan Aristoteles sekitar 300 tahun sebelum masehi. Pada abad 2, Claudius Ptolemeus, menyempurnakannya sehingga menjadi teori utuh yang memiliki sistem matematis.
Sekitar abad 16, alat bantu penginderaan jauh baru berkembang di Eropa. Salah satu perancangnya yang paling terkemuka adalah Galileo Galilei dari Pisa, Italia. Dengan teropong buatannya, Galileo menyelidiki keadaan langit. Ternyata kegiatan tersebut membongkar kebobrokan filsafat Aristotelian. Banyak spekulasi yang tidak sesuai dengan pengamatan beliau, termasuk Geosentrisme. Pengamatan beliau justru mendukung Heliosentrisme, yang dianggap mustahil pada masa itu.
Heliosentrisme pertama kali diluncurkan Aristarchus, rival intelektual Aristoteles dalam bidang astronomi. Pada abad 14, Heliosentrisme dikembangkan oleh Ibnu Al-Shatir dari Damaskus. Teori ini dikenal luas ketika Nicholas Copernicus menuliskannya dalam De Revolutionibus Orbium Caelestium (Tentang Revolusi Benda-benda Langit) pada tahun 1543. Beberapa dekade kemudian, Johannes Kepler menyempurnakan sistem Copernicus dengan orbit yang berbentuk elips. Di tangan mereka, orientasi semesta sedikit berpindah, yakni dari bumi ke matahari.
Kosmologi Abad 20
Pada abad 20, para peneliti di Amerika dan Eropa membuat teleskop antariksa, suatu teleskop supercanggih yang dipasang di awang-awang, salah satunya Teleskop Hubble milik Lembaga Antariksa dan Aeronautik Amerika Serikat (NASA). Dengan teleskop itu, para astronom mengamati bahwa di luar tata surya kita terdapat begitu banyak bintang dan galaksi. Heliosentrisme mengharuskan bahwa mereka semua berpusat pada matahari. Namun, pengamatan justru tak memberi sedikit pun bukti yang membenarkan asumsi ini. Matahari sendiri hanyalah sebuah bintang menengah yang merupakan bagian dari sebuah galaksi yang diberi nama Milky Way atau Bimasakti, bersama dengan bermiliar-miliar bintang lainnya. Sekarang para kosmolog meyakini bahwa alam semesta tidak memerlukan pusat lagi.
Pada 1922, Friedmann mengemukakan dua pengandaian yang sangat sederhana, bahwa semesta ini tampak identik ke arah manapun kita memandang, dan bahwa sifat itu akan tetap sama dari manapun kita mengamati. Dari kedua gagasan itu, Friedmann menunjukkan bahwa seharusnya kita tidak mengharapkan bahwa jagat itu statis. Pada 1924, astronom Amerika ternama, Edwin Hubble, menunjukkan bahwa Bimasakti bukanlah satu-satunya galaksi. Sebenarnya banyak sekali galaksi, dan diantara galaksi-galaksi ini terdapat kawasan yang sangat luas, yang merupakan ruang kosong. Untuk membuktikan gambaran ini, ia perlu menentukan jarak ke galaksi-galaksi ini, yang terletak begitu jauh sehingga tampak betul-betul terpaku, tidak seperti bintang-bintang yang dekat. Oleh karena itu, Hubble terpaksa menggunakan metode tidak langsung untuk mengukur jarak-jarak itu. Kecermelangan suatu bintang telah maklum bergantung pada dua faktor, yakni banyaknya cahaya yang dipancarkan (luminositas) dan jaraknya dari mata kita. Oleh karena itu, seandainya variabel luminositas dan kecermelangan diketahui, maka jarak bintang dapat kita hitung.
Dengan variabel-variabel itu, Hubble menghitung jarak galaksi-galaksi dari bumi. Sekarang kita tahu bahwa Bimasakti hanyalah satu dari beberapa ratus miliar galaksi yang dapat dilihat dengan menggunakan teropong modern. Sedangkan setiap galaksi sendiri memiliki beberapa ratus miliar bintang. Galaksi kita sendiri mempunyai garis tengah sekitar 100.000 tahun cahaya. Galaksi ini berputar lambat-lambat, bintang-bintang dalam lengan-lengan spiralnya beredar mengitari pusat galaksi sekali dalam beberapa ratus juta tahun. Matahari hanyalah sebuah bintang kuning biasa dengan ukuran rata-rata dan terletak di dekat pinggir dari salah satu lengannya. Tentulah generasi kita jauh melangkah dibandingkan Aristoteles dan Ptolemius yang menganggap bumi sebagai pusat semesta ataupun Aristarchus, Ibnu Al-Shatir, Copernicus, Kepler, dan Galileo yang menganggap bahwa matahari sebagai pusat semesta.
Semesta Memuai
Para astronom pada 1920-an mulai memeriksa spektrum bintang-bintang dalam galaksi-galaksi lain. Mereka menjumpai sesuatu yang sangat aneh, yakni terdapat perangkat karakter warna-warna yang hilang seperti pada bintang-bintang di Bimasakti. Hampir semuanya bergeser ke arah ujung merah spektrum. Kuantitas pergeserannya sama. Untuk memahami implikasi pergeserannya, terlebih dulu kita harus memahami efek Doppler, yang merupakan pengalaman sehari-hari.
Seperti telah dipahami bahwa cahaya tampak terdiri atas fluktuasi gelombang dalam medan elektromagnetik. Frekuensi cahaya luar biasa tinggi, berkisar dari 4×108 MHz sampai 7×108 MHz atau sekitar empat sampai tujuh ratus triliun gelombang setiap detik. Frekuensi cahaya yang berbeda akan diterima sebagai warna yang berbeda, dimana ujung merah berada pada frekuensi paling rendah dan ujung biru berada pada frekuensi paling tinggi. Bayangkan suatu sumber cahaya dari jarak yang konstan dari mata kita, misalnya bintang, dimana frekuensi yang kita terima akan sama seperti frekuensi ketika ia dipancarkan, karena medan gravitasi galaksi tidak cukup kuat untuk mempengaruhi. Andaikan sumber itu mulai bergerak mendekat ke arah kita, sehingga ketika sumber itu memancarkan gelombang-gelombang berikutnya, waktu yang dibutuhkan olehnya untuk mencapai mata kita akan lebih pendek dari sebelumnya. Jumlah gelombang yang kita terima atau frekuensinya akan lebih tinggi daripada jika ia diam. Fenomena ini akan menghasilkan pergeseran biru (blue shift). Sebaliknya, jika suatu sumber bintang bergerak menjauhi kita, maka spektrumnya akan bergeser ke arah merah (red shift). Hubungan antara frekuensi dan laju gerak sumber disebut sebagai Efek Doppler.
Setelah Hubble membuktikan adanya galaksi lain, ia menghabiskan waktu bertahun-tahun untuk mengamati spektrum galaksi-galaksi. Kebanyakan orang membayangkan galaksi-galaksi bergerak kian-kemari secara acak. Mereka berharap bisa menjumpai pergeseran merah dan pergeseran biru sama banyak. Namun sangat mengejutkan bahwa kebanyakan galaksi ternyata mengalami pergeseran merah, bahkan hampir semuanya bergerak menjauhi kita. Pada tahun 1929, Hubble mengumumkan pergeseran merah itu berbanding lurus dengan jarak galaksi. Makin jauh ia dari kita, makin cepat ia bergerak menjauh. Ini ditafsirkan sebagai semesta yang mengembang, seperti apa yang diperkirakan Friedmann.
Dalam tahun 1965, dua fisikawan Amerika yang bekerja pada Bell Telephone Laboratories Amerika Serikat, Arno Penzias dan Robert Wilson, menemukan derau gelombang radio dari latar belakang kosmik. Gelombang latar belakang ini dianggap sebagai sisa-sisa ledakan besar di masa lalu, yang menyebabkan pemuaian jagat raya. Penemuan ini dianggap sebagai bukti bahwa semesta ini memuai setelah suatu ledakan mahadahsyat di masa lalu.1
Tujuh Lapis Langit
Segala sesuatu selain Allah adalah alam—termasuk kita sendiri sebagai subjek yang menyadari keberadaan mereka. Di situ ada daratan, lautan, pegunungan, sungai-sungai, danau-danau, hutan belantara, berbagai binatang, berbagai tanaman dan pepohonan yang tercakup dalam sebuah planet bernama ‘Bumi’. Bumi dikelilingi sebuah satelit alami bernama ‘Bulan’. Selain itu, bumi juga memiliki banyak rekan sejawat: Merkurius, Venus, Mars, Jupiter, Saturnus, Uranus, Neptunus, Pluto dan mungkin ada lagi planet yang belum diketahui, puluhan satelit alami yang mengelilingi mereka, planetoid-planetoid, asteroid-asteroid, komet, meteor, dan debu-debu angkasa. Bumi, bulan, dan mereka semua bersama-sama mengelilingi sebuah bintang sedang dengan sinar yang kekuning-kuningan bernama ‘Matahari’. Ternyata, matahari juga memiliki rekan sejawat yang demikian banyak, mencapai miliaran jumlahnya. Mereka pun bersama-sama mengelilingi sebuah bintang raksasa di pusatnya. Bintang pusat tersebut diperkirakan besarnya 100.000 kali besar matahari. Mereka membentuk suatu sistem berbentuk cakram yang luar biasa menakjubkan bernama ‘Bimasakti’. Tidak cukup sampai di situ, Bimasakti juga punya rekan-rekan sejawat yang demikian banyak. Mereka bersama-sama mengelilingi sebuah bintang super raksasa di pusat kelompok galaksi. Dan sistem itu juga memiliki rekan-rekan sejawat yang juga sangat banyak. Mereka bersama-sama mengelilingi sebuah bintang hiper raksasa di pusat kelompok sistem itu. Dan tak habis sampai di situ, ternyata mereka juga memiliki rekan sejawat yang juga sangat banyak, dan mereka pun mengelilingi sebuah bintang yang secara fisik lebih besar lagi. Dan demikian seterusnya sampai tujuh kali tingkatan. Ini akan menuntut peralatan eksperimen (teleskop) yang lebih kuat lagi di masa-masa yang akan datang.
Demikianlah sistem semesta yang telah dijelaskan Allah dalam ayat: “Dia-lah Allah, yang menjadikan segala yang ada di bumi untuk kamu dan Dia berkehendak (menciptakan) langit, lalu dijadikan-Nya tujuh langit. Dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu (QS. 2:29)”.
Tujuh Lapis Bumi
Hal yang sama akan kita dapatkan kalau kita menilik ke bawah. Fisikawan yang reduksionis meyakini bahwa wujud dan lingkungan kita di Bumi (dan di luar Bumi) tersusun atas unit-unit kecil materi yang disebut partikel elementer. Pada zaman Yunani, Democritus mengklaim bahwa atom adalah partikel elementer yang dimaksud. Misalnya Anda melihat miniatur kastil dari pasir yang dibuat para wisatawan di pinggir pantai Kuta. Apabila Anda memandangnya dari jauh, seolah-olah ia terlihat padat, kokoh, dan tak bercelah. Tapi apabila Anda perhatikan lagi baik-baik dari jarak yang cukup dekat, maka Anda akan mendapati bahwa kastil tersebut tersusun atas butir-butir kecil pasir pantai. Sekarang ambillah satu butir pasir saja. Meskipun kita sudah melihatnya sedekat mungkin, ia tetap terlihat seperti pasir yang kompak, tapi sebetulnya ia pun tersusun atas molekul-molekul yang lebih halus lagi. Molekul-molekul itu juga tersusun atas atom-atom yang jauh lebih halus lagi. Nah, menurut Demokritus, atom adalah penyusun pasir yang paling kecil dan tidak dapat dibagi lagi.
Fisikawan tidak mau percaya begitu saja dengan spekulasi Democritus. Mereka lalu merancang peralatan untuk membantu meramalkan tersusun atas apakah atom-atom itu. Hasilnya diketahui bahwa atom ternyata tersusun atas inti yang dikelilingi elektron-elektron. Sejauh ini elektron disepakati sebagai zarah yang elementer, namun dalam berbagai percobaan, inti ternyata bisa dipecah lagi menjadi hadron-hadron yang disebut proton dan neutron. Dengan peralatan yang lebih canggih lagi, neutron ditembakkan dari sebuah sumber menuju target. Ketika ia menumbuk target, terdeteksilah beberapa partikel yang lain: proton, elektron, neutrino, dan sebagainya.
Kecanggihan teknologi di era modern telah menciptakan peralatan eksperimen yang luar biasa: akselerator berputar atau sinklotron. Pada sepanjang abad 20 dan 21, CERN dan lembaga-lembaga riset lain di Amerika dan Eropa telah membangun alat seperti ini. Hasilnya, atom telah dipecah-pecah menjadi ratusan zarah subatom. Dengan bekal SDM dan dana yang sangat besar, yang di tanggung berbagai negara maju di dunia, CERN membangun sinklotron terbesar di planet. Peralatan paling mutakhir dibangun di perbatasan Swiss dan Perancis adalah sebuah akselerator raksasa sepanjang 27 km bernama Large Hadron Collider (LHC). LHC akan digunakan untuk memburu partikel bernama boson Higgs, yang diduga memberi massa semua partikel. Ia dikatakan sebagai partikel terakhir yang akan menjawab semua problem fisika.2
Beberapa orang (termasuk saya) mungkin meragukannya, apakah boson Higgs benar-benar terakhir? Suatu masa di abad-abad mendatang, kita akan semakin teliti dalam memecah partikel subatom. Kalau kita menilik Alquran, pertanyaan ini akan segera terjawab. Alquran menyatakannya dalam ayat: “Allah-lah yang menciptakan tujuh langit dan seperti itu pula bumi. Perintah Allah berlaku padanya, agar kamu mengetahui bahwasanya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu, dan sesungguhnya Allah ilmu-Nya benar-benar meliputi segala sesuatu (QS. 65:12)”.
Alquran secara eksplisit mengemukakan bahwa bumi (materi yang bisa diamati di bumi) tersusun atas tujuh lapis seperti pula lapisan-lapisan langit. Dengan peralatan yang semakin canggih dan semakin berenergi, kelak manusia akan terus memecah-mecah zarah-zarah yang menyusun bumi hingga ditemukan zarah paling kecil pada pemecahan yang ketujuh. Misalnya saja apabila Anda mengambil sebutir batu kerikil, maka ia bisa kita haluskan sampai tujuh tingkat energi. Tingkat energi pertama akan memecah batu itu menjadi molekul-molekul (unsur dan senyawa), tingkat energi kedua akan memecah molekul-molekul itu menjadi atom-atom, tingkat energi ketiga akan memecah atom-atom menjadi inti dan elektron-elektron, tingkat energi keempat akan memecah inti-inti menjadi hadron-hadron (proton, neutron, dan lain-lain), tingkat energi kelima akan memecah hadron-hadron menjadi kuark, tingkat energi keenam akan memecah kuark-kuark menjadi zarah yang lebih elementer lagi, dan tingkat energi ketujuh akan memecahnya menjadi zarah-zarah yang lebih elementer lagi. Sejauh ini, peralatan eksperimen baru mencapai tingkat energi kelima.
Apakah ini tidak cukup untuk mengatakan bahwa Al Quran memuat ilmu pengetahuan yang jauh lebih tinggi dari kosmologi dan fisika energi tinggi yang dimiliki generasi sekarang?
Disarikan dari:
1Riwayat Sang Kala (Stephen William Hawking)
2http://www.cern.ch
foto: Associated Press
Pemisahan Langit dan Bumi
"Dan apakah orang-orang yang kafir tidak mengetahui bahwasanya langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah suatu yang padu, kemudian Kami pisahkan antara keduanya. Dan dari air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup. Maka mengapakah mereka tiada juga beriman?" (Al Qur'an, 21:30)
Kata "ratq" yang di sini diterjemahkan sebagai "suatu yang padu" digunakan untuk merujuk pada dua zat berbeda yang membentuk suatu kesatuan. Ungkapan "Kami pisahkan antara keduanya" adalah terjemahan kata Arab "fataqa", dan bermakna bahwa sesuatu muncul menjadi ada melalui peristiwa pemisahan atau pemecahan struktur dari "ratq". Perkecambahan biji dan munculnya tunas dari dalam tanah adalah salah satu peristiwa yang diungkapkan dengan menggunakan kata ini.
Marilah kita kaji ayat ini kembali berdasarkan pengetahuan ini. Dalam ayat tersebut, langit dan bumi adalah subyek dari kata sifat "fatq". Keduanya lalu terpisah ("fataqa") satu sama lain. Menariknya, ketika mengingat kembali tahap-tahap awal peristiwa Big Bang, kita pahami bahwa satu titik tunggal berisi seluruh materi di alam semesta. Dengan kata lain, segala sesuatu, termasuk "langit dan bumi" yang saat itu belumlah diciptakan, juga terkandung dalam titik tunggal yang masih berada pada keadaan "ratq" ini. Titik tunggal ini meledak sangat dahsyat, sehingga menyebabkan materi-materi yang dikandungnya untuk "fataqa" (terpisah), dan dalam rangkaian peristiwa tersebut, bangunan dan tatanan keseluruhan alam semesta terbentuk.
Ketika kita bandingkan penjelasan ayat tersebut dengan berbagai penemuan ilmiah, akan kita pahami bahwa keduanya benar-benar bersesuaian satu sama lain. Yang sungguh menarik lagi, penemuan-penemuan ini belumlah terjadi sebelum abad ke-20.
Gambar ini menampakkan peristiwa Big Bang, yang sekali lagi mengungkapkan bahwa Allah telah menciptakan jagat raya dari ketiadaan. Big Bang adalah teori yang telah dibuktikan secara ilmiah. Meskipun sejumlah ilmuwan berusaha mengemukakan sejumlah teori tandingan guna menentangnya, namun bukti-bukti ilmiah malah menjadikan teori Big Bang diterima secara penuh oleh masyarakat ilmiah.
ORBIT-ORBIT PLANET DALAM AL-QUR'AN
Tatkala merujuk kepada matahari dan bulan di dalam Al Qur'an, ditegaskan bahwa masing-masing bergerak dalam orbit atau garis edar tertentu.
"Dan Dialah yang telah menciptakan malam dan siang, matahari dan bulan. Masing-masing dari keduanya itu beredar di dalam garis edarnya." (Al Qur'an, 21:33)
Disebutkan pula dalam ayat yang lain bahwa matahari tidaklah diam, tetapi bergerak dalam garis edar tertentu:
"Dan matahari berjalan di tempat peredarannya. Demikianlah ketetapan Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui." (Al Qur'an, 36:38)
Fakta-fakta yang disampaikan dalam Al Qur'an ini telah ditemukan melalui pengamatan astronomis di zaman kita. Menurut perhitungan para ahli astronomi, matahari bergerak dengan kecepatan luar biasa yang mencapai 720 ribu km per jam ke arah bintang Vega dalam sebuah garis edar yang disebut Solar Apex. Ini berarti matahari bergerak sejauh kurang lebih 17.280.000 kilometer dalam sehari. Bersama matahari, semua planet dan satelit dalam sistem gravitasi matahari juga berjalan menempuh jarak ini. Selanjutnya, semua bintang di alam semesta berada dalam suatu gerakan serupa yang terencana.
Sebagaimana komet-komet lain di alam raya, komet Halley, sebagaimana terlihat di atas, juga bergerak mengikuti orbit atau garis edarnya yang telah ditetapkan. Komet ini memiliki garis edar khusus dan bergerak mengikuti garis edar ini secara harmonis bersama-sama dengan benda-benda langit lainnya.
Keseluruhan alam semesta yang dipenuhi oleh lintasan dan garis edar seperti ini, dinyatakan dalam Al Qur'an sebagai berikut:
"Demi langit yang mempunyai jalan-jalan." (Al Qur'an, 51:7)
Terdapat sekitar 200 milyar galaksi di alam semesta yang masing-masing terdiri dari hampir 200 bintang. Sebagian besar bintang-bintang ini mempunyai planet, dan sebagian besar planet-planet ini mempunyai bulan. Semua benda langit tersebut bergerak dalam garis peredaran yang diperhitungkan dengan sangat teliti. Selama jutaan tahun, masing-masing seolah "berenang" sepanjang garis edarnya dalam keserasian dan keteraturan yang sempurna bersama dengan yang lain. Selain itu, sejumlah komet juga bergerak bersama sepanjang garis edar yang ditetapkan baginya.
Semua benda langit termasuk planet, satelit yang mengiringi planet, bintang, dan bahkan galaksi, memiliki orbit atau garis edar mereka masing-masing. Semua orbit ini telah ditetapkan berdasarkan perhitungan yang sangat teliti dengan cermat. Yang membangun dan memelihara tatanan sempurna ini adalah Allah, Pencipta seluruh sekalian alam.
Garis edar di alam semesta tidak hanya dimiliki oleh benda-benda angkasa. Galaksi-galaksi pun berjalan pada kecepatan luar biasa dalam suatu garis peredaran yang terhitung dan terencana. Selama pergerakan ini, tak satupun dari benda-benda angkasa ini memotong lintasan yang lain, atau bertabrakan dengan lainnya. Bahkan, telah teramati bahwa sejumlah galaksi berpapasan satu sama lain tanpa satu pun dari bagian-bagiannya saling bersentuhan.
Dapat dipastikan bahwa pada saat Al Qur'an diturunkan, manusia tidak memiliki teleskop masa kini ataupun teknologi canggih untuk mengamati ruang angkasa berjarak jutaan kilometer, tidak pula pengetahuan fisika ataupun astronomi modern. Karenanya, saat itu tidaklah mungkin untuk mengatakan secara ilmiah bahwa ruang angkasa "dipenuhi lintasan dan garis edar" sebagaimana dinyatakan dalam ayat tersebut. Akan tetapi, hal ini dinyatakan secara terbuka kepada kita dalam Al Qur'an yang diturunkan pada saat itu: karena Al Qur'an adalah firman Allah.
Jumat, Maret 20, 2009
TOKOH KE-10 PALING BERPENGARUH DALAM SEJARAH
Albert Einstein, tak salah lagi, seorang ilmuwan terhebat abad ke-20. Cendekiawan tak ada tandingannya sepanjang jaman. Termasuk karena teori "relativitas"-nya. Sebenarnya teori ini merupakan dua teori yang bertautan satu sama lain: teori khusus "relativitas" yang dirumuskannya tahun 1905 dan teori umum "relativitas" yang dirumuskannya tahun 1915, lebih terkenal dengan hukum gaya berat Einstein. Kedua teori ini teramat rumitnya, karena itu bukan tempatnya di sini menjelaskan sebagaimana adanya, namun uraian ala kadarnya tentang soal relativitas khusus ada disinggung sedikit. Pepatah bilang, "semuanya adalah relatif." Teori Einstein bukanlah sekedar mengunyah-ngunyah ungkapan yang nyaris menjemukan itu. Yang dimaksudkannya adalah suatu pendapat matematik yang pasti tentang kaidah-kaidah ilmiah yang sebetulnya relatif. Hakikatnya, penilaian subyektif terhadap waktu dan ruang tergantung pada si penganut. Sebelum Einstein, umumnya orang senantiasa percaya bahwa dibalik kesan subyektif terdapat ruang dan waktu yang absolut yang bisa diukur dengan peralatan secara obyektif. Teori Einstein menjungkir-balikkan secara revolusioner pemikiran ilmiah dengan cara menolak adanya sang waktu yang absolut. Contoh berikut ini dapat menggambarkan betapa radikal teorinya, betapa tegasnya dia merombak pendapat kita tentang ruang dan waktu.
Bayangkanlah sebuah pesawat ruang angkasa --sebutlah namanya X--meluncur laju menjauhi bumi dengan kecepatan 100.000 kilometer per detik. Kecepatan diukur oleh pengamat, baik yang berada di pesawat ruang angkasa X maupun di bumi, dan pengukuran mereka bersamaan. Sementara itu, sebuah pesawat ruang angkasa lain yang bernama Y meluncur laju pada arah yang sama dengan pesawat ruang angkasa X tetapi dengan kecepatan yang berlebih. Apabila pengamat di bumi mengukur kecepatan pesawat ruang angkasa Y, mereka mengetahui bahwa pesawat itu melaju menjauhi bumi pada kecepatan 180.000 kilometer per detik. Pengamat di atas pesawat ruang angkasa Y akan berkesimpulan serupa.
Nah, karena kedua pesawat ruang angkasa itu melaju pada arah yang bersamaan, akan tampak bahwa beda kecepatan antara kedua pesawat itu 80.000 kilometer per detik dan pesawat yang lebih cepat tak bisa tidak akan bergerak menjauhi pesawat yang lebih lambat pada kadar kecepatan ini.
Tetapi, teori Einstein memperhitungkan, jika pengamatan dilakukan dari kedua pesawat ruang angkasa, mereka akan bersepakat bahwa jarak antara keduanya bertambah pada tingkat ukuran 100.000 km/s, bukannya 80.000 km/s.
Kelihatannya hal ini mustahil. Kelihatannya seperti olok-olok. Pembaca menduga seakan ada bau-bau tipu. Menduga jangan-jangan ada perincian yang disembunyikan. Padahal, sama sekali tidak! Hasil ini tidak ada hubungannya dengan tenaga yang digunakan untuk mendorong mereka.
Tak ada keliru pengamatan. Walhasil, tak ada apa pun yang kurang, alat rusak atau kabel melintir. Mulus, polos, tak mengecoh. Menurut Einstein, hasil kesimpulan yang tersebut di atas tadi semata-mata sebagai akibat dari sifat dasar alamiah ruang dan waktu yang sudah bisa diperhitungkan lewat rumus ihwal komposisi kecepatannya.
Tampaknya merupakan kedahsyatan teoritis, dan memang bertahun-tahun orang menjauhi "teori relativitas" bagaikan menjauhi hipotesa "menara gading," seolah-olah teori itu tak punya arti penting samasekali. Tak seorang pun --tentu saja tidak-- membuat kekeliruan hingga tahun 1945 tatkala bom atom menyapu Hiroshima dan Nagasaki. Salah satu kesimpulan "teori relativitas" Einstein adalah benda dan energi berada dalam arti yang berimbangan dan hubungan antara keduanya dirumuskan sebagai E = mc2. E menunjukkan energi dan m menunjukkan massa benda, sedangkan c merupakan kecepatan cahaya. Nah, karena c adalah sama dengan 300000 km/s (artinya merupakan jumlah angka amat besar) dengan sendirinya c2 (yang artinya c x c) karuan saja tak tepermanai besar jumlahnya. Dengan demikian berarti, meskipun pengubahan sebagian kecil dari benda mampu mengeluarkan jumlah energi luar biasa besarnya.
Orang karuan saja tak bakal bisa membikin sebuah bom atom atau pusat tenaga nuklir semata-mata berpegang pada rumus E = mc2. Haruslah dikaji pula dalam-dalam, banyak orang memainkan peranan penting dalam proses pembangkitan energi atom. Namun, bagaimanapun juga, sumbangan pikiran Einstein tidaklah meragukan lagi. Tak ada yang cekcok dalam soal ini. Lebih jauh dari itu, tak lain dari Einstein orangnya yang menulis surat kepada Presiden Roosevelt di tahun 1939, menunjukkan terbukanya kemungkinan membikin senjata atom dan sekaligus menekankan arti penting bagi Amerika Serikat selekas-lekasnya membikin senjata itu sebelum didahului Jerman. Gagasan itulah kemudian mewujudkan "Proyek Manhattan" yang akhirnya bisa menciptakan bom atom pertama.
"Teori relativitas khusus" mengundang beda pendapat yang hangat, tetapi dalam satu segi semua sepakat, teori itu merupakan pemikiran yang paling meragukan yang pernah dirumuskan manusia. Tetapi, tiap orang ternyata terkecoh karena "teori relativitas umum" Einstein merupakan titik tolak pikiran lain bahwa pengaruh gaya berat bukanlah lantaran kekuatan fisik dalam makna yang biasa, melainkan akibat dari bentuk lengkung angkasa luar sendiri, suatu pendapat yang amat mencengangkan!
Bagaimana bisa orang mengukur bentuk lengkung ruang angkasa?
Einstein bukan sekedar mengembangkan secara teoritis, melainkan dituangkannya ke dalam rumusan matematik yang jernih dan jelas sehingga orang bisa melakukan ramalan yang nyata dan hipotesanya bisa diuji. Pengamatan berikutnya --dan ini yang paling cemerlang karena dilakukan tatkala gerhana matahari total-- telah berulang kali diyakini kebenarannya karena bersamaan benar dengan apa yang dikatakan Einstein.
Teori umum tentang relativitas berdiri terpisah dalam beberapa hal dengan semua hukum-hukum ilmiah. Pertama, Einstein merumuskan teorinya tidak atas dasar percobaan-percobaan, melainkan atas dasar-dasar kehalusan simetri dan matematik. Pendeknya berpijak diatas dasar rasional seperti lazimnya kebiasaan para filosof Yunani dan para cendekiawan abad tengah perbuat. Ini berarti, Einstein berbeda cara dengan metode ilmuwan modern yang berpandangan empiris. Tetapi, bedanya ada juga: pemikir Yunani dalam hal pendambaan keindahan dan simetri tak pernah berhasil mengelola dan menemukan teori yang mekanik yang mampu bertahan menghadapi percobaan pengujian yang rumit-rumit, sedangkan Einstein dapat bertahan dengan sukses terhadap tiap-tiap percobaan. Salah satu hasil dari pendekatan Einstein adalah bahwa teori umum relativitasnya dianggap suatu yang amat indah, bergaya, teguh dan secara intelektual memuaskan semua teori ilmiah.
Teori relativitas umum juga dalam beberapa hal berdiri secara terpisah. Kebanyakan hukum-hukum ilmiah lain hanya kira-kira saja berlaku. Ada yang kena dalam banyak hal, tetapi tidak semua. Sedangkan mengenai teori umum relativitas, sepanjang pengetahuan, sepenuhnya diterima tanpa kecuali. Tak ada keadaan yang tak diketahui, baik dalam kaitan teoritis atau percobaan praktek yang menunjukkan bahwa ramalan-ramalan teori umum relativitas hanya berlaku secara kira-kira. Bisa saja percobaan-percobaan di masa depan merusak nama baik hasil sempurna yang pernah dicapai oleh sesuatu teori, tetapi sepanjang menyangkut teori umum relativitas, jelas tetap merupakan pendekatan yang paling diandalkan bagi setiap ilmuwan dalam usahanya menuju kebenaran terakhir.
Meskipun Einstein teramat terkenal dengan "teori relativitas"-nya, keberhasilan karyanya di bidang ilmiah lain juga membuatnya tersohor selaku ilmuwan dalam setiap segi. Nyatanya, Einstein peroleh Hadiah Nobel untuk bidang fisika terutama lantaran buah pikiran tertulisnya membeberkan efek-efek foto elektrik, sebuah fenomena penting yang sebelumnya merupakan teka-teki para cerdik pandai. Dalam karya tulisan ilmiah itu Einstein membuktikan eksistensi photon, atau partikel cahaya.
Anggapan lama lewat percobaan yang tersendat-sendat mengatakan bahwa cahaya itu terdiri dari gelombang elektro magnit, dan gelombang serta partikel merupakan konsep yang berlawanan. Sedangkan hipotesa Einstein menunjukkan suatu perbedaan yang radikal dan amat bertentangan dengan teori-teori klasik. Bukan saja hukum foto elektriknya terbukti punya arti penting dalam penggunaan, tetapi hipotesanya tentang photon punya pengaruh besar dalam perkembangan teori kuantum (hipotesa bahwa dalam radiasi, energi elektron dikeluarkan tidak kontinyu melainkan dalam jumlah tertentu) yang saat ini merupakan bagian tak terpisahkan dari teori itu.
Dalam hal menilai arti penting Einstein, suatu perbandingan dengan Isaac Newton merupakan hal menyolok. Teori Newton pada dasarnya mudah dipahami, dan kegeniusannya sudah tampak pada awal mula perkembangan. Sedangkan "teori relativitas" Einstein teramat sulit dipahami biarpun lewat penjelasan yang cermat dan hati-hati. Lebih-Lebih rumit lagi jika mengikhtisarkan aslinya! Tatkala beberapa gagasan Newton mengalami benturan dengan gagasan ilmiah pada jamannya, teorinya tak pernah tampak luntur atau goyah dengan pendiriannya. Sebaliknya, "teori relativitas" penuh dengan hal yang saling bertentangan. Ini merupakan bagian dari kegeniusan Einstein bahwa pada saat permulaan, ketika gagasannya masih merupakan hipotesa yang belum diuji yang dikemukakannya selaku orang muda belasan tahun yang samasekali tidak dikenal, dia tak pernah membiarkan kontradiksi yang nyata-nyata ada ini dan mencampakkan teorinya. Sebaliknya malahan dia dengan sangat cermat dan hati-hati merenungkan terus hingga ia mampu menunjukkan bahwa kontradiksi ini hanya pada lahirnya saja sedangkan sebenarnya tiap masalah selalu tersedia untuk memecahkan kontradiksi itu dengan cara yang halus namun cerdik dan tegas.
Kini, kita anggap teori Einstein itu pada dasarnya lebih "correct" ketimbang teori Newton. Jika begitu halnya kenapa Einstein ditempatkan Lebih bawah dalam daftar tingkat urutan buku ini?
Alasannya tersedia. Pertama, teori-teori Newtonlah yang merupakan peletak dasar dan batu pertama ilmu pengetahuan modern dan teknologi. Tanpa karya Newton, kita tidak akan menyaksikan teknologi modern sekarang ini. Bukannya Einstein.
Ada lagi faktor yang menyebabkan mengapa kedudukan Einstein dalam urutan seperti yang pembaca saksikan. Dalam banyak hal, perkembangan suatu ide melibatkan sumbangan pikiran banyak orang. Ini jelas sekali misalnya dalam ihwal sejarah sosialisme, atau dalam pengembangan teori listrik dan magnit. Meskipun Einstein tidak 100% merumuskan "teori relativitas" dengan otaknya sendiri, yang sudah pasti sebagian terbesar memang sahamnya. Adalah adil mengatakan bahwa ditilik dari perbandingan arti penting ide-ide lain, teori-teori relativitas terutama berasal dari kreasi seorang, si genius dan si jempolan, Einstein.
Einstein mendiskusikan teori-teorinya.
Einstein lahir tahun 1879, di kota Ulm, Jerman. Dia memasuki perguruan tinggi di Swiss dan menjadi warganegara Swiss tahun 1900. Di tahun 1905 dia mendapat gelar Doktor dari Universitas Zurich tetapi (anehnya) tak bisa meraih posisi akademis pada saat itu. Di tahun itu pula dia menerbitkan kertas kerja perihal "relatif khusus," perihal efek foto elektrik, dan tentang teori gerak Brown. Hanya dalam beberapa tahun saja kertas-kertas kerja ini, terutama yang menyangkut relativitas, telah mengangkatnya menjadi salah seorang ilmuwan paling cemerlang dan paling orisinal di dunia. Teori-teorinya sangat kontroversial. Tak ada ilmuwan dunia kecuali Darwin yang pernah menciptakan situasi kontroversial seperti Einstein. Akibat itu, di tahun 1913 dia diangkat sebagai mahaguru di Universitas Berlin dan pada saat berbarengan menjadi Direktur Lembaga Fisika "Kaisar Wilhelm" serta menjadi anggota Akademi Ilmu Pengetahuan Prusia. Jabatan-jabatan ini tidak mengikatnya untuk sebebas-bebasnya mengabdikan sepenuh waktu melakukan penyelidikan-penyelidikan, kapan saja dia suka.
Pemerintah Jerman tidak menyesal menyiram Einstein dengan sebarisan panjang kedudukan yang istimewa itu karena persis dua tahun kemudian Einstein berhasil merumuskan "teori umum relativitas," dan tahun 1921 dia memperoleh Hadiah Nobel. Sepanjang paruhan terakhir dari kehidupannya, Einstein menjadi buah bibir dunia, dan hampir dapat dipastikan dialah ilmuwan yang masyhur yang pernah lahir ke dunia.
Karena Einstein seorang Yahudi, kehidupannya di Jerman menjadi tak aman begitu Hitler naik berkuasa. Di tahun 1933 dia hijrah ke Princeton, New Jersey, Amerika Serikat, bekerja di Lembaga Studi Lanjutan Tinggi dan di tahun 1940 menjadi warga negara Amerika Serikat. Perkawinan pertama Einstein berujung dengan perceraian, hanya perkawinannya yang kedua tampaknya baru bahagia. Punya dua anak, keduanya laki-laki. Einstein meninggal dunia tahun 1955 di Princeton.
Einstein senantiasa tertarik pada ihwal kemanusiaan dunia di sekitarnya dan sering mengemukakan pandangan-pandangan politiknya. Dia merupakan pelawan teguh terhadap sistem politik tirani, seorang pendukung gigih gerakan Pacifis, dan seorang penyokong teguh Zionisme. Dalam hal berpakaian dan kebiasaan-kebiasaan sosial dia tampak seorang yang individualistis. Suka humor, sederhana dan ada bakat gesek biola. Tulisan pada nisan makam Newton yang berbunyi: "Bersukarialah para arwah karena hiasan yang ditinggalkannya bagi kemanusiaan!" sebetulnya lebih kena untuk Einstein.
Cari Web


